Pakaian yang cepat rusak sering kali disebabkan oleh cara perawatan yang keliru, bukan karena kualitas bahannya buruk. Dengan mengubah kebiasaan mencuci, mengeringkan, dan menyimpan, kamu bisa memperpanjang usia pakai pakaian favorit. Ada delapan cara merawat pakaian agar awet yang bisa kamu terapkan mulai hari ini.
1. Baca label perawatan sebelum mencuci
Label perawatan memberikan petunjuk suhu air, cara pengeringan, dan apakah pakaian boleh disetrika atau tidak. Mengabaikannya bisa membuat kain menyusut, warna pudar, atau serat rusak. Biasakan memeriksa label sebelum pakaian masuk keranjang cucian.
2. Pisahkan pakaian berdasarkan warna dan bahan
Mencampur pakaian berwarna gelap dengan putih dalam satu mesin cuci mempercepat perpindahan warna. Bahan yang lebih halus seperti rajut atau sutra juga bisa tertarik atau rusak akibat gesekan dengan jeans atau handuk. Kelompokkan pakaian setidaknya menjadi tiga: putih, berwarna, dan bahan halus. Untuk pakaian putih, ikuti panduan cara mencuci pakaian putih agar tetap cerah agar tidak kusam.
3. Gunakan suhu air yang tepat
Air panas memang efektif mengangkat noda membandel, tetapi juga mempercepat kerusakan serat dan membuat warna cepat pudar. Sebagian besar pakaian sehari-hari cukup dicuci dengan air dingin atau hangat. Simpan air panas hanya untuk handuk atau seprai yang membutuhkan sanitasi.
4. Balik pakaian sebelum dicuci
Membalik pakaian, terutama yang berwarna gelap atau memiliki sablon, melindungi permukaan luar dari gesekan dan sinar matahari saat dijemur. Cara ini juga mengurangi risiko bulu-bulu kain menempel di bagian luar. Lakukan untuk kaus, celana, dan jaket.
5. Jangan terlalu banyak mengisi mesin cuci
Mesin cuci yang penuh sesak membuat pakaian tidak bisa bergerak bebas, sehingga kotoran sulit terangkat dan sisa deterjen menempel. Isi drum maksimal tiga perempatnya. Jika mencuci pakaian rajut, pertimbangkan untuk menggunakan kantong cuci agar tidak melar; lihat juga cara merawat pakaian rajut agar tidak melar.
6. Keringkan dengan cara yang benar
Menjemur pakaian di bawah sinar matahari langsung dalam waktu lama bisa memudarkan warna. Mengeringkan dengan mesin pengering bersuhu tinggi juga dapat menyusutkan kain dan merusak elastisitas. Untuk bahan halus, keringkan dengan cara digantung di tempat teduh dan berangin. Hindari menggantung pakaian rajut dengan hanger karena bisa membuat bahu melar.
7. Setrika sesuai jenis bahan
Suhu setrika yang terlalu panas dapat meninggalkan bekas mengkilap atau bahkan melelehkan serat sintetis. Gunakan suhu rendah untuk bahan seperti sutra, wol, dan poliester, serta suhu sedang untuk katun. Setrika pakaian dalam keadaan sedikit lembap atau gunakan kain pelapis.
8. Simpan pakaian dengan rapi
Cara menyimpan berpengaruh pada keawetan pakaian. Gantung pakaian berbahan tebal seperti blazer atau kemeja agar tidak kusut, dan lipat pakaian rajut untuk menghindari melar. Pastikan lemari tidak lembap dan beri penerang ruang atau silica gel untuk mencegah jamur. Jika pakaian berbau apek, ikuti tips cara menghilangkan bau apek pada pakaian sebelum disimpan.
9. Perhatikan saat memakai dan melepas
Kebiasaan sehari-hari juga memengaruhi usia pakaian. Hindari menyemprotkan parfum langsung ke kain karena alkohol bisa merusak serat. Lepas pakaian dengan hati-hati, jangan menarik kancing atau resleting secara paksa. Untuk pakaian kerja, pertimbangkan memilih bahan yang mudah dirawat seperti campuran katun dan poliester.
Merawat pakaian agar awet tidak rumit. Dengan memperhatikan label, memisahkan cucian, dan menyimpan dengan benar, kamu bisa menghemat pengeluaran sekaligus mengurangi limbah tekstil. Mulailah dari langkah yang paling mudah kamu lakukan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah pakaian berwarna putih boleh dicuci dengan pemutih?
Boleh, tetapi hanya untuk kain katun atau linen. Pemutih klorin dapat merusak serat sintetis dan membuat kain berwarna kuning. Gunakan pemutih oksigen yang lebih aman untuk semua jenis kain.
Berapa sering sebaiknya mencuci pakaian?
Pakaian dalam dan kaus kaki sebaiknya dicuci setiap kali dipakai. Kemeja atau blus yang dipakai di ruangan ber-AC bisa dicuci setelah dua sampai tiga kali pemakaian. Jeans dan jaket cukup dicuci saat terlihat kotor atau berbau.
Bagaimana cara merawat pakaian agar tidak mudah kusut?
Segera keluarkan pakaian dari mesin cuci setelah selesai, lalu keringkan dengan cara digantung. Untuk pakaian kerja, pilih bahan yang memiliki campuran poliester atau wol alami yang lebih tahan kusut.