Bau apek pada pakaian berasal dari bakteri dan jamur yang berkembang di sisa keringat serta kelembapan yang terperangkap di serat kain. Menyemprot pewangi hanya menutupinya sebentar. Untuk menghilangkannya, kamu perlu membunuh sumber bau, mengeringkan kain sepenuhnya, lalu mengubah cara menyimpan pakaian agar kelembapan tidak kembali mengendap.
Kenapa pakaian bisa berbau apek meski sudah dicuci
Pakaian yang baru dicuci pun bisa berbau jika proses pengeringan atau penyimpanannya salah, bukan karena jarang dicuci.
Ada tiga penyebab yang paling sering terjadi. Pertama, sisa deterjen yang tidak larut sempurna tertinggal di serat kain dan menyerap kelembapan dari udara. Kedua, pakaian dilipat atau digantung sebelum benar-benar kering, terutama di bagian lipatan, kerah, dan ketiak. Ketiga, lemari terlalu lembap sehingga udara tidak bersirkulasi dan kain menyerap bau ruangan.
Jenis kain juga berpengaruh. Serat alami seperti katun dan linen menyerap air lebih banyak, sementara kain sintetis seperti poliester dan nilon menyimpan bau minyak tubuh lebih lama. Kain campuran keduanya bisa mengalami masalah dua-duanya.
Cara menghilangkan bau apek pada pakaian dengan mencuci ulang
Pakaian yang berbau apek perlu dicuci ulang, bukan sekadar disetrika. Panas setrika memang membunuh sebagian bakteri, tetapi sisa keringat dan deterjen yang menempel tetap ada dan bau akan muncul lagi begitu pakaian dipakai.
- Periksa label perawatan. Sebelum mencuci, cek suhu air dan apakah pakaian boleh direndam. Kain wol, sutra, dan beberapa bahan berlapis tidak tahan rendaman lama.
- Rendam dengan air hangat dan sedikit cuka putih. Tambahkan sekitar setengah cangkir cuka putih ke air, lalu rendam pakaian 30 menit. Cuka membantu melonggarkan sisa deterjen dan menekan pertumbuhan bakteri. Pastikan cuka tidak dipakai pada kain dengan pewarna yang mudah luntur, dan uji dulu di bagian tersembunyi.
- Cuci dengan deterjen secukupnya. Takaran berlebih justru meninggalkan residu. Ikuti petunjuk pada kemasan dan sesuaikan dengan jumlah air serta tingkat kotoran.
- Bilas sampai airnya bening. Jika mesin cuci punya program bilas tambahan, pakai. Residu sabun adalah salah satu penyebab utama bau yang kembali.
- Keringkan di bawah sinar matahari atau tempat berangin. Sinar matahari membantu membunuh jamur. Jika cuaca mendung, gunakan kipas atau ruang berventilasi sampai kain benar-benar kering, termasuk bagian dalam lipatan dan pinggiran.
Untuk pakaian yang baunya sudah menyengat, tambahkan baking soda sebanyak satu sendok makan ke air rendaman. Baking soda menyerap bau dan membantu menyeimbangkan pH air. Hindari mencampur pemutih dengan cuka karena menghasilkan gas yang berbahaya jika terhirup.
Bagian pakaian yang paling sering terlewat
Bau apek sering bertahan karena bagian tertentu tidak pernah benar-benar bersih atau kering. Periksa bagian-bagian ini saat mencuci:
- Ketiak dan bagian dalam lengan, tempat keringat paling banyak menumpuk.
- Kerah kemeja dan bagian dalam kancing, yang sering tertutup saat dijemur.
- Pinggang celana dan karet elastis, tempat kain berlipat dan sulit mengering.
- Bagian dalam tas dan kantong pakaian yang sering terlewat saat dicuci.
- Lapisan dalam jaket atau blazer, yang biasanya hanya diangin-anginkan.
Untuk pakaian kerja yang lapisannya tidak bisa dicuci sering-sering, cukup diangin-anginkan di tempat terbuka sebelum disimpan. Pilihan atasan juga memengaruhi seberapa cepat pakaian menyerap keringat. Ulasan tentang cara memilih atasan kerja untuk pemula bisa jadi acuan saat memilih bahan yang lebih nyaman dipakai seharian.
Mengeringkan dan menyimpan agar bau tidak muncul lagi
Pakaian yang sudah bersih bisa kembali berbau dalam hitungan hari jika disimpan dalam keadaan sedikit lembap. Pastikan pakaian kering total sebelum masuk lemari, bukan hanya kering di permukaan.
Di lemari, beri jarak antar pakaian agar udara bisa bergerak. Menjejalkan terlalu banyak baju di satu gantungan atau laci membuat kelembapan terperangkap. Untuk lemari kayu di kamar dengan ventilasi minim, letakkan wadah kecil berisi arang aktif atau silica gel, dan ganti secara berkala.
Pakaian musiman yang disimpan lama sebaiknya dimasukkan ke kantong kain, bukan plastik rapat. Plastik menahan kelembapan dan memicu bau apek. Jika kamu menyimpan sepatu di lemari yang sama, simpan terpisah karena sol karet dan sisa tanah bisa menambah kelembapan ruang. Perawatan sepatu yang rutin juga membantu, seperti dijelaskan dalam panduan cara merawat sepatu putih agar tetap bersih.
Perawatan untuk bahan yang tidak boleh sering dicuci
Blazer, jaket, dan outer berbahan tebal biasanya tidak dicuci setiap kali dipakai. Untuk menjaga kesegarannya, gantung di area berangin setelah dipakai dan sikat ringan bagian kerah serta ketiak dengan kain lembap. Simpan dengan hanger yang cukup lebar agar bentuk bahu tidak rusak dan udara tetap bisa lewat.
Jika kamu sedang mempertimbangkan outer baru, perbandingan blazer, cardigan, atau jaket untuk kerja bisa membantu memilih bahan yang lebih mudah dirawat. Untuk pilihan gaya yang lebih santai, ulasan kemeja vs blouse vs knit untuk kuliah dan nongkrong membahas karakter masing-masing bahan, termasuk mana yang lebih cepat menyerap keringat.
Untuk pakaian olahraga berbahan sintetis, hindari pelembut kain karena lapisan lilinnya mengunci bau di dalam serat. Cuci dengan air hangat dan keringkan segera setelah dipakai. Jika ingin membandingkan jenis pakaian luar untuk aktivitas santai, ada baiknya melihat pembahasan perbandingan jaket quilted dan jaket puffer pria sebagai gambaran bahan mana yang lebih mudah diangin-anginkan.
Kapan pakaian sebaiknya tidak dipakai lagi
Ada kalanya bau apek menjadi tanda kain sudah rusak. Jika serat kain terasa berlendir, muncul bercak hitam yang tidak hilang setelah dicuci, atau baunya tetap ada meski sudah direndam dan dijemur, pakaian itu kemungkinan sudah ditumbuhi jamur sampai ke lapisan dalam. Pada kondisi ini, mencuci ulang tidak akan banyak membantu.
Pakaian dengan bau apek juga bisa memicu iritasi kulit bagi orang yang sensitif. Jika setelah memakai pakaian tersebut kulit terasa gatal atau memerah, lepaskan dan cuci ulang. Untuk masalah kulit yang berlanjut, konsultasikan ke dokter atau dermatolog.
Ringkasan
Bau apek hilang kalau sumbernya dibereskan: sisa deterjen dibilas tuntas, kain dikeringkan sampai ke lapisan dalam, dan lemari dijaga tetap kering. Cuka putih dan baking soda membantu di tahap perendaman, tetapi kebiasaan pengeringan dan penyimpanan yang menentukan apakah bau akan kembali.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah parfum atau pewangi pakaian bisa menghilangkan bau apek?
Tidak. Pewangi hanya menutupi bau selama beberapa jam. Selama bakteri dan kelembapan masih ada di serat kain, bau akan muncul lagi, terutama saat pakaian terkena keringat. Bersihkan dulu sumber baunya, baru gunakan pewangi jika perlu.
Berapa lama pakaian perlu direndam air cuka?
Sekitar 30 menit sudah cukup untuk membantu melonggarkan residu deterjen. Perendaman lebih lama tidak memberi hasil tambahan dan bisa merusak serat kain tertentu, terutama wol dan sutra. Selalu cek label perawatan sebelum merendam.
Bagaimana cara menghilangkan bau apek pada pakaian yang tidak boleh dicuci air?
Angin-anginkan pakaian di tempat terbuka selama beberapa jam, lalu sikat ringan bagian yang menyerap keringat dengan kain lembap. Untuk bau yang membandel, gunakan jasa dry cleaning. Hindari menyemprot cuka langsung ke kain karena bisa meninggalkan noda pada bahan tertentu.